Home

About All Saints

About Christianity Resources All Saints Community Contact Us All Saints Leadership Centre

Kepustakaan Rohani   Anglicanisme      MP3 Sermons     Bible Helps      Theology       Christian Living

 

Peraturan Anglikan        Sejarah Gereja Anglikan           Ajaran Anglikan         Ibadah  Anglikan

1. Gereja-gereja Anglikan dan Hubungan Mereka dengan Gereja Inggris

2. Parok

3. Diosis

4. Provinsi atau Gereja Nasional

5. Persekutuan Anglikan

6.  Hubungan dengan Gereja-gereja Lain

7. Peta Persekutuan Anglikan

8.  Gereja-gereja yang Anggota Persekutuan Anglikan

 

Sejak abad ke-18, Gereja Inggris memulai gereja-gereja di banyak negeri lain. Banyak gereja itu mulai setelah ada jajahan-jajahan Inggris. Beberapa jajahan merupakan akibat dari migrasi orang Britania yang mengejar perdagangan, dan yang lain dari penaklukan. Banyak gereja, yang didirikan oleh orang Britania, dimaksudkan untuk melayani komunitas berbahasa Inggris. Akan tetapi jaman perluasan penjajahan juga merupakan jaman perluasan misionaris yang besar. Gereja Inggris merupakan bagian gerakan misionaris yang mencoba memulai gereja-gereja di antara orang asli tempat orang-orang Britania menetap. Di Indonesia dan Singapura pelayanan Anglikan dimulai pada permulaan abad ke-19.

 

1. Gereja-gereja Anglikan dan Hubungan Mereka dengan Gereja Inggris

Gereja-gereja Anglikan, yang ditanam di negeri lain, menjadi gereja nasional mandiri, seperti Gereja Anglikan Nigeria.  Dalam beberapa hal, gereja-gereja di negeri bertetangga dikumpulkan supaya menjadi Provinsi, seperti Provinsi Asia Tenggara. Di beberapa negeri, Gereja Nasional dibentuk oleh lebih dari satu Provinsi, misalnya di Inggris dan Australia.

Gereja Paroki Anglikan diatur dalam diosis-diosis dan provinsi-provinsi.

Setiap Gereja Nasional, atau Provinsi merdeka dan mempunyai undang-undang dasar sendiri. Gereja tersebut tidak berada di bawah kekuasaan Gereja Inggris atau Archbishop Canterbury. Gereja-gereja nasional dan Gerja Inggris berhubungan karena sejarah, dan karena mereka –menggunakan liturgi dan teologi yang sama. Mereka juga bagian Persekutuan Anglikan (lihat 4.5)

2. Paroki

Paroki adalah jemaat di dalam Diosis yang dapat membayar pendeta menurut skala Diosis, dan juga membayar semua sumbangan-sumbangan Diosis. Jemaat dapat menjadi Paroki kalau syarat-syarat ini depenuhi dan bishop serta Sinode menyetujui.

2.1 Vikar (Rektor)

Pendeta yang bertugas dalam paroki biasanya disebut Vikar atau Rektor. Diosis berbeda menggunakan istilah berbeda. 

 2.2 Pendeta-Bertugas (Priest-in-Charge)

Ini istilah untuk pendeta yang bertugas dalam jemaat yang belum menjadi paroki. Istilah ini juga digunakan untuk seorang pendeta yang bertugas paroki, tetapi yang belum diangkat sebagai Vikar. Dalam beberapa diosis Vikar/Rektor mempunyai lebih banyak hak-hak daripada Pendeta-Bertugas.

2.3 Church Wardens

Church Wardens adalah pemimpin awam yang lebih tinggi di Paroki. Seorang diangkat oleh Vikar, yang disebut Warden Vikar, dan lain dipilih oleh anggota jemaat, yang disebut Warden Umat. Mereka merupakan bagian Dewan Gereja.

2.4 Dewan Gereja

Dewan Gereja itu dipilih setiap tahun pada Rapat Tahunan Anggota Gereja. Dewan Gereja bertanggung jawab untuk urusan-urusan paroki di bawah kepemimpinan Vikar. Dewan itu  termasuk bendahara yang melapor kepada Dewan tentang keuangan paroki. Dewan Gereja bertanggung-jawab atas keuangan Paroki.

2.5 Wakil-wakil Awam Sinode

Wakil-wakil awam dipilih oleh Rapat Tahunan Anggota Gereja. Dalam Diosis ini mereka harus berusia 21 tahun atau lebih. Mereka dipilih untuk bertugas selama tiga tahun selama waktu Sinode pertemuan. Jumlah wakil dari sebuah paroki tergantung pada jumlah anggota dalam daftar anggota. Dalam beberapa Diosis setiap paroki mempunyai jumlah yang sama dengan wakil-wakil sinode.

2.6 Pekerja Gereja Lain

Pembaca Awam adalah orang awam yang diizinkan berkhotbah atau memimpin kebaktian-kebatktian. Biasanya mereka sudah mendapat pelajaran ekstra.

Pekerja-pekerja paroki mungkin dibayar atau tidak dibayar. Mungkin mereka sudah dididik sebagai pekerja gereja atau mereka sedang dididik. Para pekerja paroki mungkin termasuk pekerja pemuda, pekerja anak-anak, penginjil, dan pekerja pastoral. Mereka biasanya diangkat oleh Dewan Gereja dan Vikar, dan bertanggung jawab kepada Vikar, dan dibayar  Dewan Gereja. Biasanya mereka memperoleh izin dari Bishop.

Staf Administrasi. Beberapa paroki mempekerjakan staf lain untuk membantu mengurus paroki. Misalnya paroki mungkin mempekerjakan seorang sekretaris, pengelola tanah milik, atau verger (orang yang merawat gedung dan menyiapkan itu untuk kebaktian).

3. Diosis

Diosis itu dibentuk paroki-paroki di wilayah tertentu. Istilah Diosis menggambarkan baik wilayah geografis maupun gereja-gereja yang berada di bawah pengawasan bishop di wilayah itu.

3.1 Bishop Diosis

Bishop itu adalah pemimpin diosis. Undang-undang dasar Diosis Singapura mengatakan, “Bishop dari suatu Diosis memiliki pengawasan umum atas semua kependetaan  dan juga atas semua anggota lain gereja di Diosis. Tugas utamanya menjaga kesucian ajaran dan kehidupan Gereja dan memimpin Diosis di dalam Misi. Bishop Singapura saat ini adalah John Chew.

3.2 Sinode Diosis

Sinode Diosis terdiri atas bishop, semua kependetaan dan diaken-diaken wanita yang memiliki surat izin bishop, dan wakil-wakil awam yang dipilih dari setiap paroki dari Diosis. Sinode itu mengurus urusan-urusan Diosis dan bertanggung jawab untuk mengatur urusan-urusan tersebut sehingga gereja diperkuat dan   semakin lebih menjadi suatu badan yang hidup. Sinode dapat membuat undang-undang dan peraturan-peraturan untuk kehidupan Diosis, dan gereja-gereja dan organisasi-organisasi dalam Diosis. Sinode biasanya berkumpul selama tiga tahun, setiap rapat disebut sebagai Sidang Sinode. 

3.3 Katedral

Katedral dianggap sebagai induk dari Diosis. Katedral dipimpin oleh Dean. Chapter (Dewan) Katedral adalah kelompok yang bertanggung jawab untuk  kehidupan Katedral. Chapter itu terdiri atas Canon-Canon yaitu pendeta-pendeta diangkat Bishop, dan juga orang-orang lain. Beberapa Katedral, misalnya Singapura, juga mempunyai Dewan Paroki Gereja yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dari hari ke hari.

3.4 Archdeaconry

Sebuah Archdeaconry adalah bagian dari Diosis. Archdeaconry mencakup baik wilayah geografis maupun kelompok paroki dan pelayanan lain. Archdeacon adalah pendeta yang barangkali bertugas dalam sebuah paroki. Dia membantu bishop dengan mengurus beberapa urusan gereja dalam wilayahnya.

 3.5 Deanery

Di Gereja Anglikan, Deanery biasanya merupakan bagian Archdeaconry, dan terdiri atas beberapa paroki. Seorang Dean (kadang-kadang disebut Rural [Pedesaan] Dean atau Dean Wilayah) membantu Archdeacon dengan cara mengurus beberapa urusan gereja dalam wilayahnya. Di Diosis Singapura istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan wilayah misi di luar Pulau Singapura. 

 4. Provinsi atau Gereja Nasional

Provinsi dibentuk dari beberapa diosis. Provinsi Gereja Anglikan di Asia Tenggara dibentuk pada tahun 1996, dan terdiri atas Diosis Kuching, Sabah, Singapura, dan Malaysia Barat.

4.1 Archbishop

Archbishop adalah Bishop dari suatu diosis yang juga bertindak sebagai pemimpin Provinsi. Archbishop Provinsi Asia Tenggara sekarang adalah Yong Ping Chung, Bishop Sabah.

Archbishop yang pemimpin Gereja Nasional atau Provinsi merdeka disebut juga Primate. Primate itu mewakili Provinsi dalam rapat-rapat dengan Primate lain (lihat 4.5.4)

4.2 Sinode Provinsi

Sinode Provinsi terdiri atas bishop dari diosis-diosis di provinsi dan juga pendeta dan orang awam, wakil dari setiap Diosis. Sinode Provinsi bertindak sebagai Parlemen Gereja untuk membuat undang-undang dan peraturan-peraturan bagi seluruh Provinsi. 

5. Persekutuan Anglikan

Persekutuan Anglikan adalah perseketuan dari semua Gereja Anglikan Nasional dan Provinsi di seluruh dunia. Ada 38 Provinsi dan 38 Primate.

“Persekutuan Anglikan adalah persekutuan gereja-gereja … Hal ini mempunyai pola umum kehidupan liturgis yang berakar pada tradisi Buku Doa Umum; dibentuk oleh pembacaan Kitab Suci terus-menerus, baik sebagai kelompok maupun pribadi, berakar dalam sejarahnya lewat keuskupan Canterbury; dan saling berhubungan lewat jaringan hubungan – bishop-bishop, badan-badan penasihat, diosis-diosis pendukung, proyek-proyek misi umum, menghubungkan dengan pasangan-pasangan oikumenis…”   (The Windsor Report 2004).

 

Kita dapat menambahkan pada definisi ini dan mengatakan bahwa Pesekutuan Anglikan juga mempunyai teologi bersama yang didasarkan atas Kitab Suci, dibentuk oleh Pengaku-pengaku Iman kuno, dan dinyatakan lagi di teologi Reformasi. Persekutuan Anglikan mempunyai teologi yang Rasuli, Katolik (berarti am dan ortodoks), dan Reformis.

Persekutuan Anglikan bukan organisasi yang hirarkis atau dipusatkan, seperti Gereja Katolik Roma.

 Ada empat “Alat Kesatuan” yang mencoba membantu perseketuan gereja-gereja ini tetap bersatu.

 5.1 Archbishop of  Canterbury

Archbishop of Canterbury, baik orang maupun jabatan itu, telah menjadi pusat perhatian utama kesatuan Gereja Anglikan. Dia tidak seperti Paus karena dia tidak mempunyai otoritas atas gereja-gereja di luar Provinsinya sendiri. Akan tetapi dia dihormati sebagai pemimpin di antara bishop-bishop persekutuan Anglikan.

 5.2 Konferensi Lambeth

Konferensi Pertama Lambeth berlangsung pada tahun 1867, dan dipanggil Archbishop of Canterbury. Itu bukan sinode dan bukan Konsili Umum (misalnya seperti Konsili Nicea – lihat Pasal 21). Konferensi bishop-bishop Gereja Anglikanlah yang diadakan setiap sepuluh tahun. Konferensi itu tidak membuat undang-undang yang harus ditaati kaum Anglikan, tetapi resolusinya sangat dihormati, karena mereka dibuat oleh pemimpin-pemimpin gereja.

5.3 Konsili Penasihat Anglikan

Pada tahun 1897 Konferensi Lambeth mendirikan badan penasihat agar kelompok yang lebih besar dapat memperdengarkan pendapatnya dalam kehidupan Persekutuan itu. Pada tahun 1968 Konsili Penasihat Anglikan yang dibentuk terdiri atas orang awam dan kependetaan. Bukan sinode formal, tetapi dimaksudkan untuk mewakili Persekutuan Anglikan yang meliputi seluruh dunia.

 5.4 Rapat Primate

Pada tahun 1978 Konferensi Lambeth meminta Archbishop of Canterbury memulai rapat-rapat tetap dengan para Primate Persekutuan Anglikan. Tujuan dari rapat tetap para Primate adalah untuk  berunding dan menasihati tentang pertanyaan-pertanyaan penting dalam kehidupan gereja Anglikan. Pada tahun-tahun belakangan mereka diberi “tanggung jawab untuk memberi bimbingan atas hal-hal ajaran, moral, dan pastoral.”

 

6.  Hubungan dengan Gereja-gereja Lain:

The Chicago-Lambeth Quadrilateral (bersisi empat)

Pada tahun 1886 Badan para Bishop Amerika dan kelak pada tahun 1888 Konferensi Lambeth menerima pernyataan berikut sebagai ringkasan dasar untuk kesatuan antara gereja Anglikan dan gereja-gereja yang lain. Pernyataan ini dimaksudkan untuk menggambarkan hal-hal yang Gereja Anglikan anggap perlu sekali tentang hakikat gereja.

 

 ..sebagai bagian takterpisahkan dari sifat titipan suci ini, dan oleh karena itu sebagai bagian yang hakiki sekali untuk mengembalikan kesatuan di antara cabang-cabang Kekristenan yang terpecah-pecah kita menyatakan yang berikut, yaitu:

a)Kitab Suci  Perjanjian Lama dan Baru sebagai Firman Allah yang diungkapkan

b) Pengakuan Nicea sebagai pernyataan  yang memadai bagi Iman Kristen

c)Kedua Sakramen, Pembaptisan dan Perjamuan Tuhan, yang selalu dilayankan dengan selalu menggunakan kata-kata penetapan Kristus, dan unsur-unsur yang ditetapkan olehNya.

d) Keuskupan bersejarah, yang cara pelaksanaannya disesuaikan menurut keadaan  setempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan negara dan bangsa yang dipanggil oleh Allah ke dalam kesatuan GerejaNya.

 

7. Persekutuan Anglikan

 

 

 

8.  Gereja-gereja yang Anggota Persekutuan Anglikan

 

Province Dioceses Members
Aotearoa, New Zealand & Polynesia 9 220,659
Australia 23 3,998,444
Bangladesh 2 12,500
Brazil 7 40,000
Burundi 5 425,000
Canada 29 740,262
Central Africa 12 600,000
Central American Region 5 13,409
Congo 6 300,000
England 44 26,000,000
Hong Kong Sheng Kung Hui 3 29,000
Indian Ocean 5 90,486
Ireland 12 410,000
Japan 11 57,273
Jerusalem & Middle East 4 10,000
Kenya 28 2,500,000
Korea 3 14,558
Melanesia 8 163,884
Mexico 5 21,000
Myanmar 6 49,257
Nigeria 77 17,500,000
North India 26 1,250,000
Pakistan 8 800,000
Papua New Guinea 5 246,000
Philippines 5 118,187
Rwanda 9 1,000,000
Scotland 7 53,553
South East Asia 4 168,079
South India 21 2,000,000
Southern Africa 23 2,000,000
Southern Cone of America 7 22,490
Sudan 24 2,000,000
Tanzania 17 1,379,366
Uganda 28 8,000,000
United States of America 111 2,400,000
Wales 6 93,721
West Africa 12 1,000,000
West Indies 8 770,000
TOTAL 625 76,497,128

 

Lihat juga:

Sejarah Gereja Anglikan

Ajaran Anglikan

Ibadah Anglikan

 

 

Hak Cipta © Dale Appleby 2005.

All Saints Anglican Church Jakarta

www.allsaintsjakarta.org

 

Terima kasih kepada Ibu Profesor Lillian Tedjasudhana, Dr Myrna Laksman-Huntley, dan  Miryam Selanno SS, atas bantuan besar tentang terjemahan dan  pengeditan.

 

Kembali ke awal

 

Go to All Saints Home page if you arrived here from an external link